UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI
TUGAS ILMU ALAMIAH DASAR
Oleh :
SHAFIRA PERMATASARI
NPM :
16518633
KELAS :
1PA17
UNIVERSITAS GUNADARMA
PSIKOLOGI
PSIKOLOGI
2018/2019
Pengertian Ilmu Alamiah Dasar
Ilmu Alamiah atau biasa disebut dengan ilmu pengetahuan
(natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala
dalam alam semesta termasuk dimuka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan
prinsip.
a)
Mitos
Mitos atau disebut juga dengan Mite merupakan cerita
prosa rakyat yang bercerita suatu kisah yang mempunyai latar belakang di masa
lampau, berisikan penafsiran mengenai alam semesta dan adanya makhluk di
dalamnya, serta dipercaya benar terjadi oleh yang menganutnya atau sang
empunya.
Secara umum mitos bercerita tentang kejadian alam
semesta, dunia dan para makhluk yang menghuninya, bentuk topografi, kisah para
makhluk supranatural serta lain sebagainya. Mitos muncul sebagai catatan
kejadian sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan, sebagai alegori atau
personifikasi untuk kejadian alam atau juga suatu penjelasan mengenai ritual.
Berikut
beberapa contoh mitos yang ada di Indonesia, diantaranya yaitu:
·
Cerita barong di
Bali
·
Cerita Nyai Roro
Kidul (Ratu Laut Selatan)
·
Cerita Joko
Tarub
·
Bahu Laweyan
·
Cerita Dewi
Nawang Wulan
b)
Legenda
Legenda merupakan cerita prosa rakyat yang mirip
dengan mite yaitu dianggap benar-benar terjadi tetapi tidak dianggap suci dan
oleh yang empu-nya cerita sebagai suatu yang benar-benar terjadi dan juga telah
dibumbui dengan keajaiban, kesaktian dan keistimewaan tokohnya. Berbeda dengan
mite, legenda di tokohi oleh manusia ada kalanya memupunyai sifat-sifat luar
biasa dan sering kali juga dihubungkan dengan makhluk ajaib.
Peristiwa bersifat sekuler ( keduniawian ) dan
sering dipandang sebagai sejarah kolektif. Oleh karena itu legenda sering kali
dipandang sebagai “ sejarah ” kolektif ( folkstory ). Walaupun demikian, karena
tidak tertulis maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga seringkali
jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda hendak
dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah maka legenda harus
bersih dari unsur-unsur yang mengandung sifat-sifat folklor.
Contoh Legenda
·
Legenda
Tangkuban Perahu ( Sangkuriang ) Di Jawa Barat
·
Legenda Danau
Toba
·
Legenda Candi
Prambanan
·
Legenda Si
Lancang
·
Legenda Aryo
Menak
c)
Cerita Rakyat
Cerita rakyat merupakan cerita yang berasal dari
masyarakat dan berkembang dalam masyarakat pada masa lampau yang menjadi ciri
khas disetiap bangsa yang mempunyai kultur budaya yang beraneka ragam yang
mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa. Pada
umumnya cerita rakyat ini mengisahkan mengenai suatu kejadian di suatu tempat
atau asal muasal suatu tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam cerita rakyat
umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang, manusia dan dewa.
Ciri-Ciri Cerita Rakyat :
o
Disampaikan turun-temurun
o
Tidak diketahui siapa yang
pertama kali membuatnya
o
Kaya nilai-nilai luhur
o
Bersifat tradisional
o
Memiliki banyak versi dan variasi
o
Mempunyai bentuk-bentuk klise
dalam susunan atau cara pengungkapkannya
o
Bersifat anonim artinya nama
pengarang tidak ada
o
Berkembang dari mulut ke mulut
o
Cerita rakyat disampaikan secara
lisan
Jenis-Jenis Cerita Rakyat :
Jenis-jenis cerita rakyat ialah cerita binatang,
cerita asal-usul ( legenda ), cerita pelipur lara, cerita jenaka. Nah untuk
lebih mengetahui penjelasan dari jenis-jenis cerita rakyat atau macam-macam
cerita rakyat serta contohnya dari masing-masing simak ulasannya beriku ini.
Cerita Binatang
Cerita binatang ( fabel ) merupakan cerita yang
tokoh-tokohnya berupa binatang dengan peran layaknya manusia. Binatang-binatang
dapat berbicara makan minum dan berkeluarga sebagaimana layaknya manusia.
Dengan demikian dapatlah dipahami bahwa fabel tidak semata-mata sebagai cerita
binatang tetapi sebagai metamorphosis kehidupan manusia. Adapun maksud dari
penggambaran melalui binatang ialah supaya kisah itu tidak sampai menyinggung
orang yang mendengar atau membacanya.
Cerita Asal-Usul
( Legenda )
Secara
garis besar cerita asal-usul terbagi ke dalam tiga jenis yaitu :
Cerita Asal-Usul Dunia Tumbuh-Tumbuhan
Contoh :
1. Padi bermula daro Dewi Sri
2. Gadun beracun karena dipanah oleh pohon jagung
menggunakan anak panah yang beracun.
3. Tandan jagung berlubang karena ditombak oleh pohon
gandung.
4. Pohon mata lembu seperti rusak kulitnya karena
melihat pertarungan antara pohon jagung dan pohon gadung terlalu dekat.
Cerita Asal-Usul Binatang
Contoh :
1. Sapi bergelambir karena sewaktu ia mandi bajunya
tertukar dengan baju kerbau yang besar.
2. Darah ikan mas memiliki warna darah seperti darah
manusia karena asal mula ikan mas ialah manusia.
Cerita Asal-Usul Terjadinya Konon Tempat
Contoh :
1. Nama gunung tengger konon diambil dari sepasang suami
istri yang bernama Rar Anteng dan Joko Seger.
2. Gunung Tangkuban Perahu di Bandung Utara konon
berasal dari perahu milik sangkuriang. Karena ia murka perahu itu ditendangnya
hingga tertelungkup dan berubah menjadi sebuah gunung yang kemudian dikenal
sebagai Gunung Tangkuban Perahu.
Cerita Pelibur
Lara
Cerita jenis ini disebut pelibur lara sebab
fungsinya memang untuk menghibur hati. Dalam cerita ini dikisahkan hal-hal yang
indah-indah, penuh fantasi dan impian yang menawan. Misalnya tentang kehidupan
istana, keajaiban-keajaiban senjata keramat dan sakti, putrid yang cantik
ataupu hal-hal lainnya yang menggambarkan keindahan dan kebahagiaan.
Cerita Jenaka
Karya sastra klasik lainnya yang cukup terkenal
ialah cerita jenaka seperti Pak Belalang. Lebai Malang, Lebai Malang
menggambarkan orang yang karena keserakahannya justru selalu tidak memperoleh
apa-apa
Contoh Cerita Rakyat :
Ø Bawang Merah dan Bawang Putih
Ø Keong Mas
Ø Lutung Kasarung
Ø Timun Mas
Ø Cindelaras
Cara Mendapatkan Pengetahuan Ilmiah
:
Pengetahuan yang didapatkan melalui percobaan yang
terstruktur dan dikontrol oleh data-data empiris. Percobaan ini dibangun diatas
teori-teori terdahulu sehingga ditemukan pembenaran-pembenaran atau
perbaikan-perbaikan atas teori sebelumnya. Dan dapat diuji kembali oleh siapa
saja yang ingin memastikan kebenarannya.
1. Ilmu pengetahuan dianggap ilmiah apabila memenuhi 4
syarat yaitu:
2. Objektif, yaitu
pengetahuan itu sesuai dengan objek
3. Metodik, yaitu pengetahuan itu diperoleh dengan
cara-cara tertentu dan terkontrol
4. Sistematis, yaitu pengetahuan ilmiah itu tersusun
dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri satu sama lain saling berkaitan
,saling menjelaskan,sehingga keseluruhan menjadi kesatuan yg utuh.
5. Berlaku Umum/ Universal, yaitu pengetahuan tidak
hanya diamati hanya oleh seseorang atau oleh beberapa orang saja, tapi semua
orang dengan eksperimentasi yang sama akan menghasilkan sesuatu yg sama atau
konsisten.
Kelebihan
Pengetahuan Ilmiah :
-
Kebenaran yang
didukung oleh suatu bukti yang real.
Kekurangan
Pengetahuan Ilmiah :
-
Dapat dilihat
dari segi cakupan atau jangkauan dari kajiannya, asumsi yang melandasinya, dan
kesimpulan yang bersifat relative.
Cara Mendapatkan Pengetahuan tidak
ilmiah melalui :
1. Akal sehat
Menurut Conant yang dikutip Kerlinger (1973, h. 3)
akal sehat adalah serangkaian konsep dan bagian konseptual yang memuaskan untuk
penggunaan praktis bagi kemanusiaan. Konsep merupakan kata yang dinyatakan
abstrak dan dapat digeneralisasikan kepada hal-hal yang khusus. Akal sehat ini
dapat menunjukan hal yang benar, walaupun disisi lainnya dapat pula
menyesatkan.
2. Intuisi
Intuisi adalah penilaian terhadap suatu pengetahuan
yang cukup cepat dan berjalan dengan sendirinya. Biasanya didapat dengan cepat
tanpa melalui proses yang panjang tanpa disadari. Dalam pendekatan ini tidak
terdapat hal yang sistemik.
3. Prasangka
Pengetahuan yang dicapai secara akal sehat biasanya
diikuti dengan kepentingan orang yang melakukannya kemudian membuat orang
mengumumkan hal yang khusus menjadi terlalu luas. Dan menyebabkan akal sehat
ini berubah menjadi sebuah prasangka.
4. Penemuan coba-coba
Pengetahuan yang ditemukan dengan pendekatan ini
tidak terkontrol dan tidak pasti. Diawali dengan usaha coba-coba atau dapat
dikatakan trial and error. Dilakukan dengan tidak kesengajaan yang menghasilkan
sebuah pengetahuan dan setiap cara pemecahan masalahnya tidak selalu sama.
Sebagai contoh seorang anak yang mencoba meraba-raba dinding kemudian tidak
sengaja menekan saklar lampu dan lampu itu menyala kemudian anak tersebut
terperangah akan hal yang ditemukannya. Dan anak tersebut pun mengulangi hal
yang tadi ia lakukan hingga ia mendapatkan jawaban yang pasti akan hal
tersebut.
5. Pikiran Kritis
Pikiran kritis ini biasa didapat dari orang yang
sudah mengenyam pendidikan formal yang tinggi sehingga banyak dipercaya benar
oleh orang lain, walaupun tidak semuanya benar karena pendapat tersebut tidak
semuanya melalui percobaan yang pasti, terkadang pendapatnya hanya didapatkan
melalui pikiran yang logis.
Kelebihan
Pengetahuan Tidak Ilmiah :
-
Dapat
mengembangkan kemampuan berfikir.
Kekurangan
Pengetahuan Tidak Ilmiah :
-
Kebenaran tidak
didukung oleh suatu bukti yang real.
a) Alam semesta merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan
seluruh ruang waktu kontinu tempat kita berada, dengan energi dan materi yang
dimilikinya pada pertengahan pertama abad ke-20.
b) Makrokosmos dan
mikrokosmos adalah skema
Neo-Platonik Yunani kuno yang melihat pengulangan pola yang sama di setiap
tingkatan kosmos, mulai dari ukuran terbesar (makrokosmos atau tingkat semesta)
sampai ukuran terkecil (mikrokosmos atau tingkat sub-sub-atomik atau bahkan
metafisik). Dalam sistem ini, penengahnya adalah manusia yang meringkas seluruh
kosmos.
Makrokosmos/mikrokosmos adalah kata majemuk Yunani
yang terdiri dari μακρο- "Makro-" dan μικρο- "Mikro-",
masing-masing berarti "besar" dan "kecil", dan kata κόσμος
kósmos yang berarti "tatanan" sekaligus "dunia" atau
"dunia tertata".
Kini, konsep mikrokosmos didominasi oleh sosiologi
untuk menyebut sekelompok kecil individu yang perilakunya sama seperti badan
sosial yang lebih besar yang menyelubunginya. Suatu mikrokosmos dapat dipandang
sebagai semacam epitom istimewa. Sebaliknya, makrokosmos adalah badan sosial
yang terbentuk dari himpunan-himpunan kecil.
Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya.
Terdapat bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu adalah bintang yang tidak
menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari
bintang lain. Bintang nyata adalah bintang yang menghasilkan cahaya sendiri.
Secara umum sebutan bintang adalah objek luar angkasa yang menghasilkan cahaya
sendiri (bintang nyata).
Menurut ilmu astronomi, definisi bintang adalah: “Semua
benda masif (bermassa antara 0,08 hingga 200 massa matahari) yang sedang dan
pernah melangsungkan pembangkitan energi melalui reaksi fusi nuklir”.
Matahari
adalah bintang yang menjadi pusat tata surya.
Matahari berupa bola pijar yang berukuran sangat besar. Mata hari dapat dikatakan sebagi bintang
karena memiliki energi cahaya sendiri. Cahaya matahari terlihat lebih cemerlang
dibandingkan dengan cahaya bintang lainnya. Matahari adalah bintang yang
terdekat bumi. Matahari disebut sebagai pusat tata surya karena memiliki gaya
gravitasi yang tinggi. Hal ini menyebabkan matahari dikelilingi oleh
planet-planet dan benda langit yang terdapat dalam tata surya. Pada tata surya 98 % massa tata surya
terkumpul pada matahari.
Asteroid atau yang juga sering disebut dengan planetoid
adalah benda langit padat berukuran kecil
yang terdapat di dalam tata surya kita. Selain asteroid kita juga sering
mendengar istilah komet. Asteroid dan komet berbeda, komet mempunyai ekor,
sedangkan asteroid tidak. Ada jutaan asteroid di dalam sistem tata surya kita,
ilmuan memperkirakan asteroid tersebut merupakan sisa sisa dari planet yang
hancur. Kebanyakan asteroid yang telah teridentifikasi mengorbit sabuk asteroid
diantara Planet Mars dan Yupiter.
Planet atau bintang siarah (dari bahasa Yunani Kuno αστήρ
πλανήτης (astēr planētēs), berarti "bintang pengelana") adalah benda
astronomi yang mengorbit sebuah bintang atau sisa bintang yang cukup besar
untuk memiliki gravitasi sendiri, tidak terlalu besar untuk menciptakan fusi
termonuklir, dan telah "membersihkan" daerah sekitar orbitnya yang
dipenuhi planetesimal.
Kata “Komet:
berasal dari bahasa Yunani yang berarti rambut panjang. Komet merupakan benda
langit kecil berekor yang mengelilingi matahari, tetapi tidak termasuk ke dalam
kelompok planet atau bintang atau asteroid. Litasan hasil komet mengelilingi
matahari dapat berbentuk elips atau parabolaris bahkan hiperbolis. Bagian yang
biasa disebut ekor koment merupakan kabut tipis berdebu yang terbentuk dari
penguapan materi komet ketika mendekati matahari. Panjang ekor komet dapat
mencapai jutaan kilometer dan beberapa komet menempuh jarak yang lebih jauh
dari komet saat mengelilingi matahari. Karena jarak yang bervariasi, maka waktu
komet dalam mengelilingi matahari juga dapat berbeda beda, beberapa komet
bahkan membutuhkan ribuan tahun untuk menyelesaikan satu kali mengorbit
matahari. Garis tengah inti komet hanya sekitar 8 – 25 km.
Meteor adalah pecahan benda langit yang masuk ke dalam
atmosfer bumi dan menyebabkan terjadinya gesekan antara permukaan meteor dengan
udara dalam kecepatan tinggi. Proses ini menimbulkan sebuah fenomena pijaran
api dan cahaya dari kejauhan yang biasa kita sebut dengan fenomena bintang
jatuh.
c)
Terbentuknya Planet dan bumi
Teori pembentukan planet Bumi.
Teori
pembentukan Jagat Raya
-
Teori Big Bang (Ledakan Dahsyat)
Ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar (bahasa Inggris:
Big Bang) merupakan sebuah peristiwa yang menyebabkan pembentukan alam semesta
berdasarkan kajian kosmologi mengenai bentuk awal dan perkembangan alam semesta
(dikenal juga dengan Teori Ledakan Dahsyat atau Model Ledakan Dahysat).
Berdasarkan pemodelan ledakan ini, alam semesta, awalnya dalam keadaan sangat
panas dan padat, mengembang secara terus menerus hingga hari ini. Berdasarkan
pengukuran terbaik tahun 2009, keadaan awal alam semesta bermula sekitar 13,7
miliar tahun lalu, yang kemudian selalu menjadi rujukan sebagai waktu
terjadinya Big Bang tersebut. Teori ini telah memberikan penjelasan paling
komprehensif dan akurat yang didukung oleh metode ilmiah beserta pengamatan.
Georges Lemaître, seorang biarawan Katolik Roma
Belgia, yang mengajukan teori ledakan dahsyat mengenai asal usul alam semesta,
walaupun ia menyebutnya sebagai “hipotesis atom purba”. Kerangka model teori
ini bergantung pada relativitas umum Albert Einstein dan beberapa asumsi-asumsi
sederhana, seperti homogenitas dan isotropi ruang. Persamaan yang
mendeksripsikan teori ledakan dahsyat dirumuskan oleh Alexander Friedmann.
Setelah Edwin Hubble pada tahun 1929 menemukan bahwa jarak bumi dengan galaksi
yang sangat jauh umumnya berbanding lurus dengan geseran merahnya, sebagaimana
yang disugesti oleh Lemaître pada tahun 1927, pengamatan ini dianggap
mengindikasikan bahwa semua galaksi dan gugus bintang yang sangat jauh memiliki
kecepatan tampak yang secara langsung menjauhi titik pandang kita: semakin
jauh, semakin cepat kecepatan tampaknya.
Jika jarak antar gugus-gugus galaksi terus meningkat
seperti yang terpantau sekarang, semuanya haruslah pernah berdekatan pada masa
lalu. Gagasan ini secara rinci mengarahkan pada suatu keadaan massa jenis dan
suhu yang sebelumnya sangat ekstrem. Berbagai pemercepat partikel raksasa telah
dibangun untuk mencoba dan menguji kondisi tersebut, yang menjadikan teori
tersebut dapat konfirmasi dengan signifikan, walaupun pemercepat-pemercepat ini
memiliki kemampuan yang terbatas untuk menyelidiki fisika partikel. Tanpa
adanya bukti apapun yang berhubungan dengan pengembangan awal yang cepat, teori
ledakan dahsyat tidak dan tidak dapat memberikan beberapa penjelasan mengenai
kondisi awal alam semesta, melainkan mendeskripsikan dan menjelaskan perubahan
umum alam semesta sejak pengembangan awal tersebut.
Kelimpahan unsur-unsur ringan yang terpantau di
seluruh kosmos sesuai dengan prediksi kalkulasi pembentukan unsur-unsur ringan
melalui proses nuklir di dalam kondisi alam semesta yang mengembang dan
mendingin pada awal beberapa menit kemunculan alam semesta sebagaimana yang
diuraikan secara terperinci dan logis oleh nukleosintesis ledakan dahsyat.
Fred Hoyle mencetuskan istilah Big Bang pada sebuah
siaran radio tahun 1949. Dilaporkan secara luas bahwa, Hoyle yang mendukung
model kosmologis alternatif “keadaan tetap” bermaksud menggunakan istilah ini
secara peyoratif, namun Hoyle secara eksplisit membantah hal ini dan mengatakan
bahwa istilah ini hanyalah digunakan untuk menekankan perbedaan antara dua
model kosmologis ini. Hoyle kemudian memberikan sumbangsih yang besar dalam
usaha para fisikawan untuk memahami nukleosintesis bintang yang merupakan
lintasan pembentukan unsur-unsur berat dari unsur-unsur ringan secara reaksi
nuklir. Setelah penemuan radiasi latar belakang gelombang mikro kosmis pada
tahun 1964, kebanyakan ilmuwan mulai menerima bahwa beberapa skenario teori
ledakan dahsyat haruslah pernah terjadi.
Pada tahun 1948, Gerge Gamov muncul dengan gagasan
lain tentang Big Bang. Ia mengatakan bahwa setelah pembentukan alam semesta
melalui ledakan raksasa, sisa radiasi yang ditinggalkan oleh ledakan ini
haruslah ada di alam. Selain itu, radiasi ini haruslah tersebar merata di
segenap penjuru alam semesta. Bukti yang ‘seharusnya ada’ ini pada akhirnya
diketemukan. Pada tahun 1965, dua peneliti bernama Arno Penziaz dan Robert
Wilson menemukan gelombang ini tanpa sengaja. Radiasi ini, yang disebut
‘radiasi latar kosmis’, tidak terlihat memancar dari satu sumber tertentu, akan
tetapi meliputi keseluruhan ruang angkasa.
Demikianlah, diketahui bahwa radiasi ini adalah sisa
radiasi peninggalan dari tahapan awal peristiwa Big Bang. Penzias dan Wilson
dianugerahi hadiah Nobel untuk penemuan mereka.Pada tahun 1989, NASA mengirimkan
satelit Cosmic Background Explorer. COBE ke ruang angkasa untuk melakukan
penelitian tentang radiasi latar kosmis. Hanya perlu 8 menit bagi COBE untuk
membuktikan perhitungan Penziaz dan Wilson. COBE telah menemukan sisa ledakan
raksasa yang telah terjadi di awal pembentukan alam semesta. Dinyatakan sebagai
penemuan astronomi terbesar sepanjang masa, penemuan ini dengan jelas
membuktikan teori Big Bang.
-
Teori “Keadaan Tetap” (Stabil)
Teori ”keadaan tetap” atau teori ciptaan sinambung
menyatakan bahwa jagat raya selama berabad-abad selalu dalam keadaan yang sama
dan zat hidrogen senantiasa dicipta dari ketiadaan. Penambahan jumlah zat,
dalam teori ini memerlukan waktu yang sangat lama, yaitu kira-kira seribu juta
tahun untuk satu atom dalam satu volume ruang angkasa. Teori ini diajukan oleh
ahli astronomi
Fred Hoyle dan beberapa ahli astrofisika Inggris.
Dalam teori ”keadaan tetap”, kita harus menerima
bahwa zat baru selalu diciptakan dalam ruang angkasa di antara berbagai
galaksi, sehingga galaksi baru akan terbentuk guna menggantikan galaksi yang
menjauh. Orang sepakat bahwa zat yang merupakan asal mula bintang dan galaksi
tersebut adalah hidrogen.
-
Teori “Mengembang dan Memampat” (The Oscillating
Theory)
Teori ini dikenal pula dengan nama teori ekspansi
dan konstraksi. Menurut teori ini, jagat raya terbentuk karena adanya suatu
siklus materi yang diawali dengan masa ekspansi atau mengembang yang disebabkan
oleh adanya reaksi inti hidrogen, pada tahap ini terbentuklah galaksi-galaksi.
Tahap ini diperkirakan berlangsung selama 30 milyar
tahun, selanjutnya galaksi-galaksi dan bintang yang telah terbentuk akan
meredup, kemudian memampat yang didahului dengan keluarnya pancaran panas yang
sangat tinggi. Setelah tahap memampat maka tahap berikutnya adalah tahap
mengembang dan kemudian memampat lagi.
Teori terbentuknya bumi
-
Teori Kontraksi
Dalam teori ini dikatakan bahwa pada saat bola bumi
mendingin maka terjadilah proses pengerutan dan semakin menyusut.
Kerutan-kerutan itulah sebagai pegunungan, lipatan yang kita kenal sampai
sekarang. Teori Descartes dan Suess (1596 – 1650) ini disebut teori kontraksi.
James Dana (1847) dan Elie de Baumant (1852)
menguatkan teori ini bahwa bumi mengalami pengerutan karena pendinginan di
bagian dalam bumi akibat konduksi panas, sehingga mengakibatkan bumi tidak
rata.
-
Teori Geosinklin
Teori ini dikonsep oleh Hall pada tahun1859 yang
kemudian dipublikasikan oleh Dana pada tahun 1873. Teori ini bertujuan untuk
menjelaskan terjadinya endapan batuan sedimen yang sangat tebal, ribuan meter
dan memanjang seperti pada Pegunungan Himalaya, Alpina dan Andes.
Teori geosinklin menyatakan bahwa suatu daerah
sempit pada kerak bumi mengalami depresi selama beberapa waktu sehingga
terendapkan secara ekstrim sedimen yang tebal. Proses pengendapan ini
menyebabkan subsidence (penurunan) pada dasar cekungan. Endapan sedimen yang
tebal dianggap berasal dari sedimen akibat proses orogenesa yang membentuk
pengunungan lipatan dan selama proses ini endapan sedimen yang telah terbentuk
akan mengalami metamorfosa. Batuan yang terdeformasi didalamnya dijelaskan
sebagai akibat menyempitnya cekungan karena terus menurunnya cekungan, sehingga
batuan terlipat dan tersesarkan. Pergerakan yang terjadi adalah pergerakan
vertikal akibat gaya isostasi.
Teori ini mempunyai kelemahan tidak mampu
menjelaskan asal-usul aktivitas vulkanik dengan baik dan logis. Keteraturan
aktivitas vulkanik sangatlah tidak bisa dijelaskan dengan teori geosinklin.
Pada intinya, golongan ilmuwan menganggap bahwa gaya yang bekerja pada bumi merupakan
gaya vertikal. Artinya, semua deformasi yang terjadi diakibatkan oleh gaya
utama yang berarah tegak lurus dengan bidang yang terdeformasi.
-
Hipotesa Pengapungan Benua (Continental Drift)
Tahun 1912, Alfred Wegener seorang ahli meteorologi
Jerman mengemukakan konsep Pengapungan Benua (Continental drfit). Dalam The
Origin of Continents and Oceans. Hipotesa utamanya adalah satu “super
continent” yang disebut Pangaea (artinya semua daratan) yang dikelilingi oleh
Panthalassa (semua lautan). Selanjutnya, hipotesa ini mengatakan 200 juta tahun
yang lalu Pangaea pecah menjadi benua-benua yang lebih kecil. Dan kemudian
bergerak menuju ke tempatnya seperti yang dijumpai saat ini. Sedangkan
hipoptesa lainnya menyatakan bahwa pada mulanya ada dua super kontinen , yaitu
pangea utara yang disebut juga Laurasia, dan pangea selatan yang disebut juga
Gondwanaland.
-
Teori konveksi
Teori konveksi mengemukakan bahwa terjadi aliran
konveksi ke arah vertikal di dalam lapisan astenosfer yang agak kental. Aliran
tersebut berpengaruh sampai ke kerak bumi yang ada di atasnya. Aliran konveksi
yang merambat ke dalam kerak bumi menyebabkan batuan kerak bumi menjadi lunak.
Gerak aliran dari dalam mengakibatkan permukaan bumi menjadi tidak rata.
Salah seorang pengikut teori konveksi adalah Harry
H. Hess dari Princenton University. Pada tahun 1962 dalam bukunya History of
the Ocean Basin, Hess mengemukakan pendapatnya tentang aliran konveksi yang
sampai ke permukaan bumi di mid oceanic ridge (punggung tengah laut). Di puncak
mid oceanic ridge tersebut lava mengalir terus dari dalam kemudian tersebar ke
kedua sisinya dan membeku membentuk kerak bumi baru.
-
Teori Lempeng Tektonik
Teori lempeng tektonik dikemukakan oleh ahli
geofisika Inggris, Me Kenzie dan Robert Parker. Kedua ahli itu menyampaikan
teori yang menyempurnakan teori-teori sebelumnya, seperti pergeseran benua,
pergeseran dasar laut, dan teori konveksi sebagai satu kesatuan konsep yang
sangat berharga dan diterima oleh para ahli geologi.
Kerak bumi dan litosfer yang mengapung di atas
lapisan astenosfer dianggap satu lempeng yang saling berhubungan. Aliran
konveksi yang keluar dari punggung laut menyebar ke kedua sisinya, sedangkan di
bagian lain akan masuk kembali ke lapisan dalam dan bercampur dengan materi di
lapisan itu. Daerah tempat masuknya materi tersebut merupakan patahan
(transform fault) yang ditandai dengan adanya palung laut dan pulau vulkanis.
Daftar
Pustaka :











